Belasan PDK Se-Kecamatan Keruak Dilantik, Bawaslu Lotim Minta Netralitas Penyelanggara

  • Bagikan

Qwicknews.com Lombok Timur NTB—Ketua Panwascam Kecamatan Keruak Lombok Timur melantik dan mengambil sumpah jabatan 15 orang calon Pengawas Desa dan Kelurahan (PDK) Se-Kecamatan Keruak, Sabtu 1 Juni 2024.

Pengambilan sumpah janji jabatan ini dilaksanakan di Aula kantor camat Sakra bersama 4 kecamatan diantaranya Kecamatan Jerowaru, Sakra Barat, Sakra, dan Sakra Timur, empat wilayah tersebut masuk dalam Daerah Pilihan (Dapil) dua.

Acara pelantikan dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Kabupaten Lombok Timur, Jumaidi. Juga turut dihadiri oleh semua Panwascam 5 kecamatan. Tamu undangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) juga turut hadir yakni Camat, Kapolsek, Danramil, beserta PPK dari 5 Kecamatan yang berada di wilayah Dapil 2 Lombok Timur.

Pengambilan sumpah janji jabatan dilaksanakan secara bergiliran mulai dari Kecamatan Sakra Timur, Sakra, Sakra Barat, Keruak, dan terakhir Jerowaru, dan dilanjutkan dengan pembacaan fakta integritas.

Perwakilan ketua Panwascam dari Sakra, Lalu Satriawan dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada Semua PDK yang baru saja dilantik. Miq Awan panggilan akrabnya mengatakan PDK yang terpilih harus bersyukur mengingat persaingan dalam perekrutan PDK cukup kompetitif.

Menurut miq Awan tingkat kerawanan Pilkada dibanding dengan Pemilu yang lalu lebih tinggi. Karena itu menurutnya tantangan tugas PDK pada Pilkada tahun 2024 ini lebih menantang jika dibanding dengan Pemilu yang lalu.

“Banyak kepentingan yang akan bertemu. Ada pasangan calon, timses, dan mereka dekat ada di sekitar kita, potensi terjadinya gesekan juga tinggi” ungkapnya.

Sementara pimpinan Bawaslu Kabupaten Lombok Timur yang hadir, Jumaidi, juga turut memberikan sambutan sekaligus arahan. Dalam arahnya, Bung Jum sapaan akrabnya mengajak kepada semua penyelenggara, khususnya PDK untuk selalu berpedoman pada aturan dan undang-undang dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Meskipun pengawas diberikan wewenang lebih oleh undang-undang. Tapi tidak boleh sewenang-wenang, harus bertindak sesuai aturan yang ada” jelasnya mengarahkan.

Jumaidi juga menekankan supaya menjaga netralitas dalam menjalankan tugas pengawasan. Dirinya akan bertindak tegas jika nantinya ada kedapatan bertindak tidak netral.

“Kami di pimpinan bawaslu akan sangat marah jika nanti ada yang kami tau tidak netral. Masak ASN, TNI, POLRI, yang akan kita awasi kenetralannya, sementara kita bertindak tidak netral” tegasnya (QN*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *